fbpx

Rencana Jatinangor Jadi Kawasan Perkotaan Mulai, Bakal Pisah dari Sumedang?

PIKIRAN RAKYAT – Rencana Jatinangor untuk berubah menjadi Kawasan Perkotaan Jatinangor (KPJ) mulai memasuki babak baru. Pasalnya wacana Jatinangor menjadi KPJ sudah dicetuskan sejak tahun 2000 yang lalu.

Setelah diwacanakan sejak tahun 2000, pada hari ini Rabu 15 September 2021, pembahasan Jatinangor menjadi KPJ mulai dibahas oleh seluruh jajaran pemerintahan di Kabupaten Sumedang.

Sebenarnya pembahasan soal Jatinangor menjadi KPJ sudah mulai mendapat atensi dari Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir. Sejak saat itu, Dony Ahmad Munir mulai menaruh perhatian pada rencana tersebut dan berniat pembahasanya pada 2020.

Meski sempat tertunda dengan alasan pandemi Covid-19, pembahasan Jatinangor menjadi KPJ akhirnya mulai dibahas. Mengenai pembahasan tersebut, Ketua Tim Akselerasi Kawasan Perkotaan Jatinangor (KPJ), Ismet Suparmat mengucap rasa syukur.

“Melalui perjalanan panjang dan sempat tertunda karena pandemi, lika liku penuh dinamika, Insyallah hari ini akan ditetapkan oleh DPRD Kabupaten Sumedang tentang pembentukan Kawasan Perkotaan Jatinangor,”

Ismet saat on air di Radio 107,5 PRFM News Channel, Kamis 15 September 2021.

Dia menjelaskan jika nantinya Jatinangor benar-benar menjadi KPJ, dia memastikan beberapa kecamatan yang ada di sekitar Jatinangor juga akan ikut dalam kawasan tersebut.

“Kalau gunakan istilah kawasan perkotaan kan ada kawasan inti ada kawasan sekitarnya, jadi tidak hanya kecamatan Jatinangor saja, tapi 4 kecamatan sekitarnya juga termasuk,” katanya

Lebih jauh Ismet menyebut Jatinangor nantinya akan menjadi kawasan inti dalam KPJ dan menjadi pusatnya.

“Kawasan perkotaan ini cenderung terhadap pengelolaan sebuah kawasan, ada kawasan inti dan kawasan sekitarnya,” tuturnya. Ismet juga mengatakan Jatinangor sudah mendapatkan perhatian di tingkat nasional agar bisa menjadi salah satu pusat pertumbuhan yang baru.

“Jatinangor sudah mencuat ke tingkat nasional sebagai salah satu yang ingin didorong jadi pusat pertumbuhan baru,” ujarnya.

Ketika nantinya Jatinangor menjadi kawasan perkotaan, hal ini diharapkan bisa mendorong daerah-daerah di sekitarnya juga untuk bertumbuh.

“Berkewajiban mendorong kecamatan sekitarnya untuk pertumbuhan lainnya, nanti bisa menjadi sektoral seperti sektor pertanian dan lain-lain,” katanya.

Soal apakah Jatinangor akan memisahkan diri dari Kabupaten Sumedang, Ismet memastikan hal tersebut tidak akan terjadi.

Jatinangor nantinya akan tetap masuk Kabupaten Sumedang secara administrasi, hanya didorong untuk menjadi pusat pertumbuhan baru.

sumber : Pikiran Rakyat